HUMAS SET – DPRD/SANGGAU – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sanggau, Fransiskus Taufik, menyoroti masih maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Sanggau, khususnya di sepanjang daerah aliran Sungai Boyan dan sekitarnya di Kecamatan Meliau.
Menurut Taufik, aktivitas PETI yang terus berlangsung telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan. Kondisi sungai yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat kini mengalami penurunan kualitas yang cukup serius.
“Setahun belakangan kondisi aliran Sungai Boyan dan sekitarnya sudah sangat memprihatinkan. Ini sekaligus menjadi edukasi bagi masyarakat bahwa menjaga sungai sebagai sumber penghidupan merupakan tanggung jawab bersama,” kata Taufik, Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan, sebelum maraknya aktivitas PETI, masyarakat memanfaatkan sungai untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci hingga sebagai sumber air bersih. Karena itu, kerusakan sungai dinilai akan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat serta kelestarian ekosistem.
“Sungai merupakan aset yang harus kita jaga karena berkaitan dengan kebutuhan manusia dan keberlangsungan ekosistem. Sekarang kondisinya sudah rusak dan tentu sangat disayangkan,” ujarnya.
Politisi Partai Golkar itu juga mengapresiasi langkah aparat kepolisian yang telah melakukan upaya pencegahan, termasuk pemasangan spanduk atau banner imbauan di lokasi rawan PETI. Namun, menurutnya, langkah tersebut perlu diikuti dengan tindakan hukum yang lebih tegas.
“Pekan lalu sudah ada pemasangan banner dari pihak kepolisian. Saya berharap tidak berhenti pada imbauan saja, tetapi juga dilakukan penindakan tegas terhadap aktivitas PETI yang hingga kini masih berlangsung,” tegasnya.
Taufik menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, pelaku PETI di sejumlah lokasi tidak hanya berasal dari masyarakat setempat, tetapi juga diduga berasal dari luar Kabupaten Sanggau, seperti Sekadau, Ketapang, dan daerah lainnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan serta tidak terlibat dalam aktivitas penambangan ilegal yang berdampak besar terhadap masa depan daerah.
“Kerusakan lingkungan akibat PETI sangat merugikan kita semua. Mengembalikan kondisi alam yang sudah rusak seperti semula bukan perkara mudah. Karena itu, saya berharap seluruh masyarakat memiliki kepedulian untuk menjaga sungai dan lingkungan kita bersama,” pungkasnya. (G)

Tinggalkan Balasan