HUMAS Set – DPRD/SANGGAU – Kenaikan harga berbagai komoditas, baik kebutuhan pokok maupun barang penunjang industri, dinilai semakin membebani masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Sanggau. Kondisi tersebut berpotensi menekan daya beli masyarakat dan memperparah laju inflasi apabila tidak segera ditangani melalui kebijakan yang tepat.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sanggau, Hendrykus Bambang, menegaskan perlunya langkah konkret dari pemerintah daerah untuk mengendalikan dampak kenaikan harga yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Menurutnya, lonjakan harga tidak hanya terjadi pada sembilan bahan pokok (sembako), tetapi juga pada berbagai barang kebutuhan konstruksi dan bahan bangunan yang mengalami kenaikan cukup signifikan.
“Informasinya memang harga-harga barang di pasar mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikannya cukup signifikan, tidak hanya sembako tetapi juga barang-barang industrial dan bahan bangunan. Bahkan ada yang naik hingga 30 persen. Sementara sembako merupakan kebutuhan harian yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Hendrykus menilai kondisi tersebut memberikan tekanan besar terhadap ekonomi masyarakat karena berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Menurunnya daya beli masyarakat juga menjadi salah satu indikator meningkatnya tekanan inflasi di daerah.
“Situasi ini tentu memperburuk kondisi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok. Ketika daya beli menurun, dampaknya terhadap inflasi juga semakin besar,” katanya.
Ia menjelaskan, kenaikan harga dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari meningkatnya biaya produksi hingga tingginya biaya distribusi. Kenaikan harga pupuk dan kendala distribusi bahan bakar minyak (BBM) turut memicu meningkatnya biaya produksi sektor pangan.
“Semua faktor saling berkaitan. Kenaikan harga pupuk membuat biaya produksi pangan meningkat. Ditambah lagi persoalan distribusi BBM yang menyebabkan ongkos angkut menjadi mahal. Karena itu diperlukan kebijakan yang mendasar untuk membantu menjaga daya beli masyarakat,” jelasnya.
Hendrykus juga menyoroti tingginya ketergantungan Kabupaten Sanggau terhadap pasokan kebutuhan pokok dari luar daerah. Menurutnya, sebagian besar komoditas seperti beras, daging, dan sejumlah kebutuhan lainnya masih dipasok dari luar kabupaten sehingga rentan terhadap kenaikan biaya distribusi.
“Sebagian besar kebutuhan pokok masih dipenuhi dari luar daerah. Karena itu penguatan pengawasan distribusi menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk menekan biaya yang muncul di lapangan,” ungkapnya.
Ia mencontohkan persoalan kelangkaan solar yang berdampak langsung terhadap biaya transportasi barang. Meskipun harga resmi solar subsidi tidak mengalami kenaikan, namun sulitnya memperoleh BBM tersebut menyebabkan biaya operasional angkutan barang meningkat tajam.
“Solar memang tidak naik, tetapi barangnya sulit didapat. Akibatnya banyak sopir angkutan barang harus membeli dengan harga jauh lebih tinggi. Kondisi ini tentu membuat biaya distribusi membengkak dan akhirnya berpengaruh terhadap harga barang di pasaran,” terangnya.
Terkait pelaksanaan operasi pasar, Hendrykus menilai program tersebut dapat membantu masyarakat, namun sifatnya hanya sementara karena jumlah barang yang tersedia terbatas dan tidak mampu menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
“Operasi pasar memang membantu, tetapi efektivitasnya hanya selama kegiatan berlangsung. Ketika stok habis, harga kembali mengikuti kondisi pasar. Karena itu diperlukan langkah yang lebih mendasar dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menilai program ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah dapat menjadi salah satu solusi pendukung. Namun kontribusinya dinilai masih terbatas karena tidak seluruh masyarakat bekerja di sektor pertanian maupun memiliki waktu untuk mengelola produksi pangan mandiri.
DPRD Sanggau berharap pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas harga, memperkuat distribusi barang, serta melindungi daya beli masyarakat di tengah meningkatnya tekanan ekonomi yang terjadi saat ini. (G*)
(Humas Set DPRD Sanggau)

Tinggalkan Balasan