Dewan Sanggau Harapkan Pro Aktif Antisifasi Bencana

Ditulis oleh

di

HUMAS Set – DPRD / FotoSANGGAU – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sanggau, Didi Darmadi, mengingatkan pentingnya langkah antisipatif dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi akibat kondisi iklim yang semakin tidak menentu. Menurutnya, upaya mitigasi dan pemetaan risiko bencana harus terus dilakukan meskipun di tengah keterbatasan anggaran yang dihadapi saat ini. Hal tersebut disampaikan Didi Darmadi saat diwawancarai pada Senin (8/6/2026).

Ia menilai Kabupaten Sanggau memiliki kerentanan terhadap berbagai jenis bencana, baik yang bersumber dari faktor alam seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), maupun potensi bencana nonalam seperti wabah penyakit yang dapat muncul akibat perubahan kondisi lingkungan.

“Kondisi iklim saat ini cukup ekstrem dan potensi bencana tidak bisa dianggap sepele. Karena itu, pemetaan wilayah rawan bencana harus tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi, meskipun saat ini belum terlihat adanya ancaman yang menonjol,” ujar Didi.

Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut meyakini organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah memiliki data dan pemetaan mengenai potensi bencana di berbagai wilayah Kabupaten Sanggau. Menurutnya, data tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung langkah-langkah pencegahan dan kesiapsiagaan di lapangan.

“Dengan adanya data pemetaan yang dimiliki OPD terkait, tentu akan memudahkan pelaksanaan tugas di lapangan. Yang terpenting adalah bagaimana data tersebut dapat dimaksimalkan sebagai dasar pengambilan kebijakan dan tindakan pencegahan,” katanya.

Didi juga mengakui bahwa kebijakan efisiensi anggaran saat ini dapat berpengaruh terhadap operasional penanganan bencana. Namun demikian, ia berharap alokasi anggaran untuk kegiatan mitigasi dan penanggulangan bencana tetap menjadi perhatian pemerintah daerah agar kesiapsiagaan dapat terus ditingkatkan.

Menurutnya, dukungan anggaran yang memadai akan membantu meningkatkan efektivitas kerja perangkat daerah dalam melakukan pemantauan, sosialisasi, hingga penanganan cepat apabila terjadi bencana.

Lebih lanjut, Didi menekankan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat.

“Seluruh pemangku kepentingan harus proaktif dalam melakukan antisipasi. Jangan sampai ketika bencana terjadi, kita justru belum siap melakukan penanganan. Saat ini berbagai perubahan lingkungan sudah mulai terlihat sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

DPRD Kabupaten Sanggau melalui Komisi IV terus mendorong penguatan langkah-langkah mitigasi bencana, peningkatan koordinasi antarinstansi, serta optimalisasi pemanfaatan data dan sumber daya yang tersedia guna meminimalkan risiko dan dampak yang dapat ditimbulkan terhadap masyarakat. (G/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi Kami?