Ketua Komisi IV DPRD Sanggau Dorong Edukasi Kesehatan untuk Antisipasi Dampak Perubahan Iklim Ekstrem

Ditulis oleh

di

HUMAS Set – DPRd / SANGGAU – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sanggau, Paulus, menekankan pentingnya edukasi kesehatan kepada masyarakat sebagai langkah preventif dalam menghadapi dampak perubahan iklim ekstrem yang tengah terjadi di wilayah Kabupaten Sanggau.

Menurut Paulus, perubahan kondisi cuaca yang tidak menentu berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Salah satu penyakit yang saat ini menjadi perhatian adalah chikungunya yang mulai banyak dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah.

“Edukasi kesehatan kepada masyarakat sangat penting dilakukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang baik mengenai langkah-langkah pencegahan penyakit yang berpotensi muncul akibat perubahan iklim,” ujar Paulus, Sabtu (6/6/2026).

Selain chikungunya, Paulus juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit lain seperti diare dan muntaber yang kerap meningkat saat terjadi perubahan musim maupun kondisi cuaca ekstrem. Ia mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya pencegahan.

Komisi IV DPRD Kabupaten Sanggau juga mendorong Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui perangkat daerah terkait agar terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat hingga ke tingkat desa. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai potensi ancaman kesehatan yang dapat muncul sewaktu-waktu.

Selain itu, Paulus mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia, baik puskesmas maupun puskesmas pembantu (pustu), apabila mengalami gangguan kesehatan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

“Saat kondisi iklim tidak bersahabat seperti sekarang, kewaspadaan harus ditingkatkan. Apabila masyarakat mulai merasakan gejala penyakit, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” katanya.

Paulus juga menyoroti pentingnya ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Menurutnya, kualitas air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari harus benar-benar diperhatikan guna mencegah munculnya berbagai penyakit yang bersumber dari air yang tidak layak konsumsi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penanganan persoalan kesehatan masyarakat membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga masyarakat itu sendiri.

Di akhir keterangannya, Paulus mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran lahan selama musim kemarau, penyakit yang ditularkan nyamuk seperti chikungunya dan demam berdarah dengue (DBD), serta penyakit muntaber yang berpotensi meningkat akibat berkurangnya ketersediaan air bersih dan menurunnya kualitas sanitasi lingkungan.

Komisi IV DPRD Kabupaten Sanggau juga meminta pemerintah daerah melalui OPD terkait untuk memastikan ketersediaan air bersih, memperkuat pengawasan kesehatan masyarakat, serta meningkatkan upaya pencegahan dan edukasi kesehatan secara berkelanjutan hingga ke pelosok desa. ( G/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi Kami?